Skip to content

makalah bahasa Indonesia

December 6, 2011

KATA PENGANTAR

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

         Segala puji hanya milik allah SWT, yang telah memberikan ni’matNya kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad Saw. Kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita semua.

            Bahasa Indonesia adalah bahasa Negara,bahasa ysng menyatukan seluruh rakyatIndonesia, sehingga rakyatIndonesiaharus mengerti dalam penggunaan bahasa. Baik secara lisan ataupun tulisan.

            Kami sadar bahwa makalh ini masih sangat jauh dari harapan. Meskipun demikian, inilah makalah maksimal kami yang dapat dilakukan hingga saat ini. Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kami dalam penyusuna makalah ini, baik secara moril ataupun materil, terutama kepda dosen kami tercinta Bpk Mulyawan SN, M.Ag., M.Pd yang telah mendukung kami tanpa lelah.

            Akhirnya, hanya kepada Allah kami kembali. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan kita berharap mendapatkan ridla dan ampunan dari-Nya. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata pengantar …………………………………………………………………………………………      i

Daftar isi ………………………………………………………………………………………………….      ii

 

Bab I       Pendahuluan

  1. Latar belakang masalah ……………………………………………………………      1
  2. Rumusan masalah ……………………………………………………………………      3
  3. Tujuan dan kegunaan penulisan ………………………………………………….      3
  4. Sistematika penulisan……………………………………………………………….      3

Bab II      Pembahasan Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baku

  1. Pengertian Bahasa IndonesiaBaku…………………………………………….     
  2. Contoh kalimat bakudan tidak baku………………………………………….     
  3. Penempatan Bahasa Baku………………………………………………………..     
  4. D.       Penggunaan kata – kata baku…………………………………………………….     
  5. E.        Analisis Ragam Bahasa Baku Dan Non Baku Dalam ……………………..

Bahasa Indonesia ……………………………………………………………………     

  1. Contoh – Contoh Kesalahan Berbahasa ……………………………………..     

Bab III    Penutup

  1. Simpulan ……………………………………………………………………………….     
  2. Saran ……………………………………………………………………………………     

Daftar pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.       Latar belakang masalah

 

Dalam kedudukannya bahasa Indonesia adalah bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi yaitu :

  1. Sebagai bahasa  yang di gunakan dalam peristiwa kenegaraan,
  2. sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan
  3. sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terkait dengan fungsi kedua bahasa indonesia digunakan oleh guru dan siswa dan pelaku pendidikan lain dalam lembaga pendidikan baik untuk mentransfer ilmu berdialog tentang berbagi persoalan pendidikan dan sebaagainya. Selain itu penggunaan B.Indonesia mencakup seluruh wilayah yang ada diIndonesiaini semua cakupan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi diIndonesia, seharusnya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar tetapi pada kenyataannya tidak demikian.

Penggunaan bahasa Indonesia sering di campur dengan bahasa daerah (bahasa jawa), bahasa asing ataupun bahasa gaul, apabila hal ini dibiarkan begitu saja tentunya akan merusak bahasaIndonesia, pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, kita harus memahami bahasabakudan nonbakuberserta penggunaannya secara baik dan benar hingga akhirnya mampu membudayakan, tertib bahasa indonesia secara baik dan benar dalam lingkungan kita.

Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing, sebagaimana pula bahasa lain sebagai bahasa asing, bertujuan memberikan penguasaan lisan dan tertulis kepada para pembelajar. Hal ini mengandung maksud bahwa mereka diharapkan mampu mempergunakan bahasa Indonesia untuk berbicara dengan lancar dan sekaligus dapat mengerti bahasa yang diujarkan penutur aslinya.

Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia (dan atau bahasa-bahasa lainnya) sebagai bahasa asing tidak mudah dicapai karena dalam proses pembelajarannya pastilah dijumpai banyak permasalahan. Salah satu permasalahan itu berupa kesalahan-kesalahan berbahasa oleh para pembelajar yang bila tidak segera diidentifikasi akan mengakibatkan kendala berkelanjutan dalam proses pembelajaran bahasa. Apabila hal ini terjadi – belum diidentifikasikannya kesalahan berbahasa secara tepat dan sistematis – dikhawatirkan terjadi ketidaktepatan dalam pemilihan strategi pembelajaran  yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran bahasa tersebut.

 Kita harus tahu jenis kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar terlebih dahulu sebelum melakukan analisis lanjutan.Adadua jenis kesalahan berbahasa yakni,  (1)  kesalahan terbuka dan (2) kesalahan tertutup. Kesalahan terbuka adalah kesalahan berbahasa pada tingkat ketatabahasaan yang terlihat dalam kalimat-kalimat yang dihasilkan pembelajar. Kesalahan tertutup merupakan kesalahan yang tersembunyi di balik kalimat yang tersusun secara benar menurut tata bahasa; secara benar menurut kaidah ketatabahasaan tetapi tidak benar dari sudut semantiknya. Lebih lanjut dikatakan  bahwa kesalahan-kesalahan terjadi karena adanya kesulitan dari pembelajar mempunyai arti yang penting bagi peneliti yaitu mereka dapat bukti tentang cara bahasa itu dipelajari terlebih dapat diketahui strategi atau metode yang tepat untuk pembelajarannya.

Mengingat adanya masalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing karena terjadinya kesalahan berbahasa pembelajar, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh para pembelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa  asing dan mencoba mengajukan alternatif pengajaran remedi agar kesalahan-kesalahan itu berkurang. Orientasi idealis penelitian ini adalah dengan diidentifikasinya kesalahan-kesalahan berbahasa mereka, sekaligus klasifikasinya  dapat ditentukan tahapan-tahapan pembelajarannya sehingga dapat memberikan sumbangan berarti pada program pembelajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

 

 

 

  1. B.       Rumusan Masalah

 

  1. Apa pengertian bahasaIndonesiabakudan nonbaku?
  2. Bagaimanakah penggunaan bahasaIndonesiabakudan nonbakusecara baik dan benar ?
  3. Bagaimanakah cara membudayakan bahasaIndonesia?

 

  1. C.       Tujuan dan kegunaan masalah
    1. Untuk mengetahui pengertian bahasaIndonesiabakudan nonbaku
    2. Untuk mengetahui penggunaan bahasaIndonesiabakudan nonbakusecara baik dan benar.
    3. Untuk mengetetahui cara membudayakan bahasaIndonesia

 

  1. D.      Sistematika penulisan

Cover

Kata pengantar

Daftar isi

 

Bab I        Pendahuluan

  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan dan kegunaan penulisan
  4. Sistematika penulisan

 

Bab II      Pembahasan Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baku

  1. Pengertian BahasaIndonesiaBaku
  2. Contoh kalimatbakudan tidakbaku
  3. Penempatan BahasaBaku
  4. Penggunaan kata – kata baku
  5. I.          Analisis Ragam Bahasa Baku Dan Non Baku Dalam Bahasa Indonesia

J.         Contoh – Contoh Kesalahan Berbahasa

Bab III     Penutup

  1. Simpulan
  2. Saran

Daftar pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN TENTANG PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAKU

 

  1. A.       Pengertian Bahasa Indonesia Baku

Katabakupada umumnya adalah kata yang sudah disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan ( EYD ). Munculnya bentuk bahasa tidakbakudipengaruhi bahasa asing atau bahasa daerah selain itu, pengucapan yang tidak sesuai dengan tulisan sehingga ditulis dengan sesuia ucapan. Seperti : pratik diucapskan praktek, bunyi / I / tersebut seolah-olah diucapakan / e/ . berikut ini beberapa perbandingan antara katabakudengan kata tidakbaku:

Katabaku

Kata tidakbaku

Katabaku

Kata tidakbaku

Praktik

Berkata

Selesai

Ikut

Apotek

Silakan

Analisis

Kedelai

Kuitansi

Jadwal

Nasihat

Pantai

Atlet

Lemas

Konkret

Foto

Februari

Fardu

Festival

Fokus

Fondasi

Fosil

Fotografer

Bus

Dos

Dosin

Drum

Duit

Dukacita

Praktek

Bilang, ngomong

Rampung

Ikutan

Apotik

Silahkan

Analisa

Kedele

Kwitansi

Jadual

Nasehat

Pante

Atlit

Lemes

Kongkrit

Photo

Pebruari

Fardhu

Festifal

Fokes

Pondasi

Fossil

Foto grafer

Bis

Dus

Dusin

Drem

Duwit

Duka cita

Sistem

Membuat

Komputer

Kompleks

Konteks

Kontinu

Kostum

Kreatif

Aktif

Aktivitas

Kreativitas

Kritik

Sekretaris

Ekstra

Ekstrem

Durhaka

Biaya

Bioskop

Bisul

Bodoh

Bom

Boneka

Bor

Cabai

Botak

Bungkuk

Catat

Jumat

Begitu

Sistim

Membikin

Kompiuter

Komplek

Kontek

Kontinyu

Kostim

Kreatip

Aktip

Aktifitas

Kreatifitas

Keritik

Sekertaris

Ektra

Ekstrim

Duraka

Beaya

Bioskup

Bisol

Bodo

Ebom

Bonekah

Bur

Cabe

Butak

Bongkok

Catet

Jum’at

gitu

 

  1. B.       Contoh kalimat baku dan tidak baku
    1. 1.    Kalimat Baku
    2. Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.
    3. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara.
    4. Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan.
    5. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B.
    6. Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunankota.
    7. 2.    Kalimat Tidak Baku
    8. semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
    9. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
    10. Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
    11. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.
    12. Kita perlu pemikiran – pemikiran untuk memecahkan masalah – masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunankota.
    13. C.       Penempatan Bahasa Baku

 

Yang dimaksud dengan bahasabakuadalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam beberapa keadaan, yaitu:

  1. Komunikasi resmi, yakni dalamsuratmenyurat resmi,suratmenyurat dinas, pengumuman – pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang – undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.
  2. Wacana teknis seperti dalam laporan resmi, karangan ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.
  3. Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato, dan sebagainya.
  4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya.

            Bahasa merupakan salah satu alat untuk mengadakan interaksi terhadap manusia yang lain. Jadi bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Dengan adanya bahasa kita kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat.

           Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yangbakudalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yangbakutersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata nonbaku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasaIndonesia.

Bahasa tutur mempunyai sifat yang khas yaitu:

a. Bentuk kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan kata penghubung.

b. Menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari-hari. Contoh: bilang,   bikin, pergi, biarin.

Dalam kehidupan sehari- hari sering kita jumpai penggunaan kata yang tidak baik. Baik ucapan maupun penulisannya. Dalam bahasa ragam resmi haruslah kita menggunakan kata- kata atau istilah- istilahbaku. Penggunaan kata – kata atau istilah – istilah tidakbakudalam ragam resmi akan mengurangi kadar keresmian. Tulisan – tulisan resmi seperti makalah, laporan, notulen, Dan lain – lain haruslah menggunakan kata – kata yangbaku. Mengungkapkan gagasan dalam pertemuan resmi seperti diskusi, tanya jawab dikelas, rapat, dan lain – lain harus menggunakan kata – katabaku.

 

Secara khusuh Bahasa Indonesiabakumempunyai empat Fungsi :

M. Fungsi Pertama

  1. Bahasa Indonesiabakuberfungsi Pemersatu Bahasa Indonesia
  2. BahasaIndonesiabakuMempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek dalam bahasa itu.
  3. Bahasa Indonesiabakumempersatukan mereka menjadi satu masyarakat yang berbahasaIndonesia.
    1. Fungsi Kedua
      1. Bahasa Indonesiabakuberfungsi sebagai penanda kepribadian. Bahasa Indonesiabaku
      2. Merupakan cirri khas yang membedakannya dengan bahasa – bahasa yang lainnya.
      3. Bahasa Indonesiabakumemperkuat perasaan kepribadian Nasional masyarakat yang berbahasaIndonesiabaku.
      4. Fungsi Ketiga
        1. Bahasa Indonesiabakuberfungsi penambah wibawa. Kepemilikan bahasaIndonesiabakuakan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui
        2. Pencapian bahasabaku. Disamping itu, pemakai bahasa yangbakuberbahasaIndonesiadengan baik dan benar dimata orang lain.
        3. Fungsi keempat
          1. Bahasa Indonesiabakuberfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dimodifikasi secara jelas. Norma atau kaidah bahasaIndonesiabakumenjadi tolak ukur pemakaian bahasaIndonesiabakusecara benar. Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahsaIndonesiabakudapat dilakukan. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku juga menjadi acuan umum bagi segala jenis pemakaian bahasa yang menarik perhatian karena bentuknya yang khas, seperti bahasa ekonomi, bahasa hukum, bahasa sastra, bahasa iklan, bahasa media massa , bahasa surat menyurat resmi bentuk surat keputusan undangan, pengumuman, kata-kata sambutan, ceramah,

 merupakan sebagian dari partikel-partikel bahasa tidakbakuyang membuatnya terasa lebih “hidup” dan membumi, menghubungkan satu anak muda dengan anak muda lain dan membuat mereka merasa berbeda dengan orang-orang tua yang berbahasabaku. Partikel-partikel ini walaupun pendek-pendek namun memiliki arti yang jauh melebihi jumlah huruf yang menyusunnya. Kebanyakan partikel mampu memberikan informasi tambahan kepada orang lain yang tidak dapat dilakukan oleh bahasaIndonesiabakuseperti tingkat keakraban antara pembicara dan pendengar, suasana hati/ekspresi pembicara, dan suasana pada kalimat tersebut diucapkan

  1. D.      Penggunaan kata – kata baku

Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus, Misalnya:

Bahasa Baku Bahasa TidakBaku

  1. cantik sekali – cantik banget
  2. lurus saja – lempeng saja
  3. masih kacau – masih sembraut
  4. uang – duit
  5. tidak mudah – enggak gampang
  6. diikat dengan kawat – diikat sama kawat

W. bagaimana kabarnya – gimana kabarnya

  1. E.       Analisis Ragam Bahasa Baku Dan Non Baku Dalam Bahasa Indonesia
  2. Sudara ketua, para hadirin yang terhormat, kalimat tersebut jelas salah, karena mengandung makna jamak. Kata para sudah menyatakan jamak, begitu juga kata hadirin, sudah mengandung makna semua orang yang hadir, oleh karena itu tidak perlu dijamakkan lagi dengan menempatkan kata peserta para. Kalimat yang benar adalah: saudara ketua, hadirin yang terhormat,….
  3. Waktu kami menginjak klinik di bulan September…

Kalimat diatas jelas salah, karta majemuk tidak tepat diapaki seharusnya memasuki, kata perangkai “di” tidak boleh ditempatkan didepan kata tidak menunjukkan kata tempat, jadi diganti dengan pada. Kalimat yang benar adalah: waktu kami memasuki klinik pada bulan September.

  1. Berhubung beryangkitnya penyakit cacar perlu diambil tindakan…..

 Kalimat diatas salah, kata penghubung yang harus selalu diikuti oleh, dengan, dan dibelakang kata cacar lebih baik dibubui koma. Jadi kalimat yang benar adalah: berhubung dengan berjangkitnya penyakit cacar, perlu diambil tindakan.

  1. Atas perhatian saudara dihaturkan banyak terima kasih. Kalimat diatas salah karena kata dihaturkan tidak ada dalam bahasaIndonesia, yang ada kata diucapkan selanjutnya kata banyak juga tidak dipakai, karena tidak lazim. Jadi kalimat yang benar adalah: atas perhatian saudara diucapkan terima kasih.
  2. Seluruh sekolah-sekolah yang ada dikota ini tidak menyenangi sistem ujian itu. Kalimat diatas salah. Kata seluruh sudah menunjukkan jamak. Jadi tidak perlu kata yang didepannya diulang, cukup seluruh sekolah. Selanjutnya kata depan di harus dipisahkan. Penulisan kata sisitim seharusnya sistem. Jadi kalimat yang benar adalah seluruh skolah yang ada dikota ini tidak menyenangi sistem ujian itu.
  3. Seluruh anggota perkumpulan itu harus hadir pada jam 14.00 siang.
    Kalimat diatas salah.
    1. Penulisan anggauta seharusnya anggota.
    2. Penulisan hadlir seharusnya hadir (hiperkorek).
    3. Menunjukkan waktu dipakai kata yang tepat adalah pukul.
      Jadi kalimat yang benar adalah: Seluruh anggota perkumpulan itu harus hadir pukul 14.00.
    4. Sejak mulai dari hari Senen yang lalu sangat sedikit sekali perhatiannya
      dipelajaran itu. Kalimat diatas salah.
    5. Kata dibawah ini
      1. Kata sejak, mulai, dan mencakup pengertian yang sama. Jadi pilih salah satu
      2. Kata Senen adalah nonbaku, yangbakuadalah Senin.
      3. Kata sangat, sekali mencakup pengertian yang sama.
      4. Kata depan “di” pada kata dipelajari tidak tepat, seharusnya pada
        pelajaran. Jadi kalimat yang benar adalah:
    6. Sejak Senin yang lalu sangat sedikit perhatiannya pada pelajaran.
    7. Sejak Senin yang lalu sangat sedikit perhatiannya pada pelajaran itu.
    8. Saya sudah umumkan supaya setiap mahasiswa-mahasiswa datang besok hari Sabtu yang akan datang.

Kalimat diatas salah.

Saya sudah umumkan, bahasa yang nonbaku, tidak memakai pola frase verba.

Kata setiap sudah menunjukkan jamak tidak perlu kata yang di
depannya diulang.

Kata besok tidak perlu, sebab membingungkan. Kalimat yang benar:

Sudah saya umumkan supaya setiap mahasiswa datang hari Sabtu yang
akan datang. Adalah sudah merupakan suatu kenyataan bahwa bahasa Indonesia
adalah bahasa persatuan dan kesatuan resmi negara.

Kalimat di atas salah.

Ungkapan adalah sudah merupakan suatu kenyataan bahwa adalah ungkapan mubazir, tanpa ungkapan itu makna sudah jelas pembaca sudah memahaminya.
Kalimat benar adalah:

  1. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan dan bahasa resmi negara.

Sebagaimana telah ditetapkan pekerjaan itu biasanya dilakukan tiga kali seminggu. Kalimat diatas adalah salah.

Penggunaan kata biasanya tidak perlu, karena makna kata itu sudah tersirat dalam ungkapan sebagaimam telah ditetapkan

Penulisan kata se- Minggu nonbaku, yangbakuadalah seminggu. Kalimat yang benar adalah sebagaimana telah ditetapkan pekerjaan itu dilakukan tiga kali seminggu.

 

  1. F.        Contoh – contoh Kesalahan-Kesalahan Berbahasa Indonesia

Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi: (1) ketidakefektifan kalimat (2) kesalahan pemilihan kata (3) kesalahan penggunaan afiks (4) tidak lengkapnya fungsi-fungsi kalimat (5) kesalahan pemakaian preposisi (6) pembalikan urutan kata (7)  kesalahan penggunaan konstruksi pasif (8) kesalahan pemakaian konjungsi (9) ketidaktepatan pemakaian  yang  (10) kesalahan dalam pembentukan jamak.

 

  1. 1.      Kesalahan Keefektifan Kalimat

Kalimat-kalimat yang dibuat pembelajar tidak efektif karena tidak adanya kesatuan informasi/arti dan bentuk. Kalimat yang dibuat mengandung lebih dari satu kesatuan informasi sehingga sering menimbulkan kerancuan dan ketidaktepatan arti.  Bahkan, ada banyak pernyataan yang hanya berisi jajaran kata-kata saja tanpa arti yang jelas sehingga tidak membentuk sebuah kalimat yang utuh dari segi bentuk dan maknanya.

Contoh-contoh  kesalahan keefektifan kalimat:

(1)    Sering keluarga yang dari daerah pedalaman tinggal di luar kota lama dan banyak adalah petani.

(2)    Setelah itu, kendi adalah sedia untuk membakar dengan teknik ada primitiv sekali.

(3)    Menduduki dalam lingkaran tertawa, makanan, menyanyikan dengan ibu, tutor-tutor dan temannya beristirahat nanti hari ini mengunjungi tempat-tempat lain di cuaca panas.

(4)    Kami juga mengunjungi orang Jawa di pabrik batik ialah pengalaman lain yang saya mau itu paling baik supaya melihat-lihat jenis berbeda batik.

(5)    Bagaimanapun dewasa ini pemerintah saya mempunyai dana perwalian  dan suatu doktor bisa pekerjaan banyak alternatif ke obat yang modern, misalnya chiropractice, acupunture, aromatherapy, ahli pengobat dengan menggunakan kebatinan (faith healing) reflexology dan hypnotherapy.

Alternatif pembenarannya:

(1)    Keluarga dari daerah pedalaman, yang sebagaian besar adalah petani,  sering tinggal di luar kota untuk waktu yang lama.

(2)    Setelah itu, kendi tersebut siap untuk dibakar dengan teknik tradisional.

(3)    Setelah mengunjungi beberapa tempat, kami dan para tutor beristirahat dengan duduk  melingkar sambil menyanyi, bercanda, dan makan makanan yang disiapkan oleh ibu itu.

(4)    Kami  mengunjungi orang Jawa di pabrik batik untuk melihat jenis-jenis batik yang berbeda. Kegiatan itu merupakan  pengalaman lain yang paling baik bagi kami.

(5)    Dewasa ini, pemerintah saya mempunyai dana perwalian yang memungkinkan seorang dokter bisa memadukan pengobatan  alternatif dengan  obat yang modern seperti,  chiropractice, acupunture, aromatherapy, faith healing, eflexology dan hypnotherapy.

 

2. Kesalahan Pemilihan Kata

Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam sebuah kalimat/tuturan karena  arti atau makna sebuah kalimat dapat dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Apabila terjadi kesalahan pemilihan kata  maka akan terjadi pergeseran  arti/ makna kalimat, tidak sebagaimana diinginkan oleh penulisnya.  Bagi pembaca, kesalahan tersebut akan menimbulkan kesalahpaham atas arti/makna yang dimaksudkan penulis.

 Penelitian ini memberi gambaran yang jelas bahwa para pembelajar BIPA banyak melakukan    kesalahan dalam pemilihan kata ketika mereka menyusun kalimat-kalimat dan atau paragraf. Dari analisis data, terdapat 228 kesalahan dalam pemilihan kata. Kesalahan yang mereka lakukan meliputi (1) penggunaan kata yang benar-benar tidak tepat  untuk suatu konteks kalimat tertentu (2) penggunaan kata yang tidak lazim dalam konteks masyrakat Indonesia (3) pengunaan sinonim kata yang tidak tidak benar-benar tepat sebagaimana dituntut konteks kalimat tertentu (4) kerancuan dalam penggunaan kata-kata yang mirip, seperti penggunaan ada dan adalah , mudah dan murah, dsb. (5) penggunaan kata-kata yang merupakan hasil terjemahan secara harafiah dan (6) kesalahan penggunaan kata  terjemahan  yang bersinonim, seperti kata to leave yang terjemahan bahasa Indonesianya meninggalkan  dan berangkat. Pasangan kata seperti inilah yang sering dikacaukan dalam penggunaannya.

Beberapa kata yang  kesalahan pemakaiannya cukup sering adalah kata ada   yang dikacaukan dengan kata  adalah; penggunaan pronomina kita  dengan  kami (yang dalam bahasa Inggris ‘us’); kata  berangkat dengan kata meninggalkan; kata cara dengan kata secara;  kata tidak  dengan kata  bukan; kata ada  dengan kata mempunyi. Beberapa contoh kesalahan pembelajar dalam memilih kata di paparkan di bawah ini.

Contoh kesalahan pemilihan kata:

(1)    Situasi ini pusing untuk anak-anak dan bisa sangat mempengaruhi mereka.

(2)    Saya berbicara dengan sopir sambil naik. Dia ada sopir untuk enam tahun.

(3)    Adalah banyak penjual dan pembeli dalam pasar.

(4)    Kami berangkat SMA 3 kira-kira pada jam sepuluh malam.

(5)    Jam empat kami berangkat Hotel Radisson pergi ke Prambanan Temple.

(6)    Setelah itu bis mengambilkan kami ke tempat yang ramai.

(7)    Di Inggris masalah-masalah dengan disiplin sedang lebih jelek, misalnya kemangkiran dari sekolah, kedatangan yang terlambat dan kekerasan.

(8)    Menurut tradisi, orang Batak adalah petani nasi tetapi pada waktu sekarang ekonomi Batak sangat beruntung pada karet dan kopi. A

 

Alternatif pembenarannya:

(1)    Situasi ini membingungkan anak-anak dan  sangat mempengaruhi mereka.

(2)    Saya berbicara dengan sopir ketika sudah di dalam taksi. Dia sudah menjadi sopir selama enam tahun.

(3)    Ada banyak penjual dan pembeli di dalam pasar itu.

(4)    Kami meningglkan SMA 3 kira-kira pada jam sepuluh malam.

(5)    Pada jam empat, kami berangkat dari  Hotel Radisson dan  pergi ke Candi Prambanan.

(6)    Setelah itu, sopir bis mengantar kami ke tempat yang ramai.

(7)    Di Inggris, masalah disiplin  lebih jelek, misalnya ketidakhadiran ke sekolah,  keterlambatan masuk sekolah  dan  kekerasan.

(8)    Menurut tradisi, orang Batak adalah petani padi, tetapi  sekarang ekonomi masyrakat Batak lebih baik dengan perkebunan karet dan kopi. 

 

3. Kesalahan Penggunaan Afiks

Kesalahan penggunaan afiks yang ditemukan cukup beragam. Ada banyak ketidaktepatan dalam menentukan afiks yang akan digunakan dalam proses verbalisasi maupun nominalisasi. Afiks – afiks tersebut sering digunakan terbalik-balik, misalnya seharusnya memakai afiks me- tetapi menggunakan afiks ber- dan demikian pula sebaliknya. Ketidaktepatan tersebut akan berakibat tidak tepatnya sense  kalimat yang dibentuk dan bergesernya arti kalimat tersebut.

Contoh kesalahan-kesalahan penggunaan afiks:

(1)    Saya nikmat perjalan di Indonesia.

(2)    Kalau orang tua perceraian, anaknya sering tinggal dengan ibunya.

(3)    Ketika saya membaca tentang perkelahian pelajar, saya mengherankan.

(4)    Kain batik paling terkenal di Australia dan sekarang saya tahu bagaimana batik membuat menggunakan dua cara, batik cap dan batik tulis tangan.

(5)    Di Inggris guru-guru harus beruniversitas untuk tiga tahun kemudian mereka harus pergi ke mengajar TCC (teacher training college) untuk satu tahun.

(6)    Lebih dari itu, Soeharto memperlihatkan menarik di Agama Islam.

(7)    Untuk menulis presentasi ini, saya dibicara dengan tiga orang.

(8)    Mungkin mayoritas orang Indonesia merasa kecemburuan kepada orang asing.

(9)    Dia menyuruh Kunto menyanyakan polisi.

(10)    Dalam karangan ini saya akan membicara tentang perbedaan keluarga di Yogyakarta atau Jaaawa dan di Inggris.

Alternatif pembenarannya:

(1)          Saya menikmati perjalanan  di Indonesia.

(2)          Kalau orang tua bercerai, anak-anaknya sering tinggal bersama ibunya.

(3)          Ketika saya membaca berita tentang perkelahian pelajar, saya heran.

(4)          Kain batik paling terkenal di Australia dan sekarang saya mengetahui cara membuat  batik yang menghasilkan dua jenis batik,  batik cap dan batik tulis tangan.

(5)          Di Inggris, guru-guru harus belajar di universitas selama tiga tahun kemudian mereka harus belajar di  TCC (Teacher Training College) selama satu tahun.

(6)          Lebih dari itu, Soeharto memperlihatkan ketertarikannya pada Agama Islam.

(7)          Untuk menulis presentasi ini, saya berbicara dengan tiga orang.

(8)          Mayoritas orang Indonesia merasa cemburu kepada orang asing.

(9)          Dia menyuruh Kunto bertanya kepada polisi.

(10)      Dalam karangan ini, saya akan membicarakan perbedaan keluarga di Yogyakarta atau Jawa dengan keluarga di Inggris.

 

4. Kesalahan karena Tidak Lengkapnya Fungsi Kalimat

Kesalahan-kesalahan ini berupa ketidaklengkapan fungsi kalimat yang meliputi tidak adanya subjek, predikat yang tidak jelas, dan penghilangan objek  pada predikat berverba transitif. Kesalahan tipe ini berjumlah 113 buah. Kesalahan tersebut terbagi atas 49 kesalahan karena tidak bersubjek, 45 kesalahan karena predikat yang tidak jelas, dan 19 kesalahan karena tidak adanya objek pada predikat yang berverba transitif. Berikut ini akan disajikan contoh kesalahan-kesalahan tersebut.

Contoh kesalahan karena tidak bersubjek: 

(1)          Di keraton menarik dan indah tetapi cuaca lembab dan panas.

(2)          Menurut  orang wawancara di Indonesia ada yang bermacam-macam di dapatkan daerah ke daerah.

(3)          Untuk saya mengerti bagaimana mahasiswa mahasiswa tentang pendidikan Indonesia dan khususnya pengajaran Bahasa Inggris.

(4)          Salah satu utama kebaikan  ialah rata-rata guru, saya mengerti bahwa in bagus, semua mahasiswa dikesan.

(5)          Sementara adalah orang yang mau belajar, untuk menjadi guru ide bagus!

Alternatif pembenarannya,

(1)          Keraton Yogyakarta  menarik dan indah tetapi cuaca hari ini  lembab dan panas.

(2)           Menurut  orang yang saya wawancarai,   Indonesia mempunyai  bermacam-macam kesenian yang berbeda di setiap  daerah.

(3)          Saya mengerti pendapat para mahasiswa tentang pendidikan di Indonesia,  khususnya sistem pengajaran Bahasa Inggris.

(4)          Salah satu keunggulan utama ialah kualitas rata-rata guru. Saya mengerti bahwa ini yang membuat  semua siswa terkesan.

(5)          Ada banyak orang yang  mau belajar untuk menjadi guru. Ini ide bagus!

Contoh kesalahan karena predikat kalimat yang tidak jelas

(1)          Lebih dari itu, Aromatheraphy ini untuk ketegangan dan kesantaian, ini lebih baik membakar minyak di dalam kamar.

(2)          Umumnya kenakalan remaja dari rumah atau keluarga rusak.

(3)          Dulu sebagian besar guru di Tim-tim dari pulau-pulau di Indonesia, tetapi sekarang mereka berangkat dari Tim Tim dan tidak cukup guru untuk sekolah di sana.

(4)          Di Indonesia ada banyak upacara adat, setiap suku aturan-aturan yang  harus dilakukan sebelum upacara pernikahan.

(5)          Orang-orang yang tinggal di kota berbedaan.

Alternatif pembenarannya:

(1)          Lebih dari itu, Aromatheraphy ini berfungsi untuk menghilangkan ketegangan dan menciptakan rasa santai. Ini dilakukan dengan membakar minyak wangi  di dalam kamar.

(2)          Umumnya, kenakalan remaja bermula dari keluarga yang tidak harmonis.

(3)          Dulu, sebagian besar guru di Tim-Tim berasal dari berbagai pulau di Indonesia, tetapi sekarang mereka meninggalkan  Tim-Tim sehingga tidak ada cukup banyak guru untuk sekolah-sekolah  di sana.

(4)          Di Indonesia, ada banyak upacara adat.  Setiap suku memiliki aturan-aturan yang  harus dilakukan sebelum upacara pernikahan.

(5)          Orang-orang yang tinggal di kota berbeda mempunyai kebiasaan yang berneda pula.

Contoh-contoh  kesalahan karena tidak adanya objek dalam kalimat yang berpredikat verba transitif.

(1)          Saya menikmati banyak sekali.

(2)          Seorang anak jalanan berbicara kepada saya kalau orang tua angkat mengusir ketika dia berumur sepuluh.

(3)          Upacara ini menunda sampai kelurga bisa mempunyai kadang-kdang ada beberapa bulan.

(4)          Bagaimanapun, mereka menjual terbang onderdil  kemudian British aerospace pegawai bepergian dari Inggris ke Indonesia.

(5)          Hidup suku Dani tidak rusah merubah tetapi saya pikir ubah akan menjadi tak dapat dielakkan.

Alternatif pembenarannya:

(1)    Saya sangat menikmati perjalanan ini.

(2)    Seorang anak jalanan berbicara kepada saya bahwa orang tua angkatnya mengusir dia  ketika dia berumur sepuluh tahun.

(3)    Upacara ini ditunda beberapa bulan sampai keluarga mempunyai cukup banyak uang.

(4)    Mereka menjual onderdil pesawat terbang itu. Kemudian, Pegawai British Aerospace datang  ke Indonesia untuk merakitnya.

(5)    Kehidupan Suku Dani tidak perlu diubah tetapi saya berpikir bahwa perubahan akan terjadi dan itu  tak dapat dielakkan.

 

5. Kesalahan karena Penggunaan Preposisi yang Tidak Tepat

Kesalahan penggunaan preposisi ini berupa pemakaian preposisi yang tidak tepat dalam kalimat, tidak dipakainya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan pemakaian preposisi yang tidak perlu dalam suatu kalimat. Dari analisis data, terungkap ada 52 kesalahan dalam hal penggunaan preposisi. Kesalahan tersebut terbagi atas 29 kesalahan pada pemakaian preposisi yang tidak tepat, 14 kesalahan karena tidak adanya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan 9 kesalahan penggunaan preposisi yang tidak perlu. Berikut ini akan disajikan beberapa contoh kesalahan-kesalahan  penggunaan preposisi tersebut.

Contoh kesalahan penggunaan preposisi yang tidak tepat:

(1)               Banyak barang-barang dibeli oleh toko-toko pakaian, makanan, tas, dan lain-lain.

(2)               Sebelum makan siang saya menjadi kuat oleh minum jamu yang “sehat pria”.

(3)               Saya kembali di hotel Radisson naik bis kecil.

(4)               Sesudah pertunjukkan kami membeli oleh-oleh kemudian kami pulang kepada Hotel Radisson.

(5)               Mereka hanya boleh tidur untuk tiga jam sesudah itu mereka harus mengganti dengan lain orang.

Contoh kesalahan karena tidak adanya preposisi:

(6)    Kami pergi Pabrik Batik untuk mengerti tentang proses batik.

(7)    Kemudian, kami berjalan kaki terus Jl. Malioboro ke supermarket.

(8)    Hari ini kelompok semua pergi Sultan Palace naik bis besar.

(9)    Soeharto akan selalu diingatkan orang terkenal dan juga orang jago.

(10)    Penyakit gawat seperti penyakit kuning bisa disembuhkan jamu.

Contoh kesalahan penggunaan preposisi yang tidak perlu:

(11)           Kehidupan di guru-guru tidak mudah ataukah Anda bekerja di Indonesia atau Skotlandia di mana saya tinggal.

(12)           Saya hanya harap, dengan semua Indonesia penduduk ingat dia dalam sejarah seorang yang membantu Indonesia menang kemerdekaan dari dua-duanya pemerintah Jepang dan pemerintah Belanda.

(13)           Mereka harus ada ‘catalytic conventer’ dalam juga supaya gas yang beracun akan mengurangi.

(14)           Dalam hal di atas, banyak orang mengadakan tekanan terhadap oleh anaknya supaya mereka membeli mainan dan gula-gula.

(15)           Itu punya partai di politik yang bernama Golkar.

Alternatif pembenarannya:

(1)               Banyak barang dapat dibeli di toko-toko itu seperti,  pakaian, makanan, tas, dan lain-lain.

(2)               Sebelum makan siang, saya menjadi kuat karena minum jamu  “sehat pria”.

(3)               Saya kembali ke hotel Radisson naik bis kecil.

(4)               Sesudah pertunjukan, kami membeli oleh-oleh kemudian kami kembali ke  Hotel Radisson.

(5)               Mereka hanya boleh tidur selama tiga jam. Sesudah itu, mereka harus bergantian dengan orang lain.

(6)               Kami pergi ke pabrik Batik untuk mengerti  proses membuat batik.

(7)               Kemudian, kami berjalan kaki terus ke  Jl. Malioboro dan masuk ke supermarket.

(8)               Hari ini, semua kelompok  pergi ke  ‘Sultan Palace’ dengan  naik bis besar.

(9)               Soeharto akan selalu diingat sebagai orang terkenal dan juga seorang pahlawan.

(10)           Penyakit gawat, seperti penyakit kuning, bisa disembuhkan dengan jamu.

(11)           Kehidupan  guru-guru tidak mudah baik Anda bekerja di Indonesia ataupun di Skotlandia  tempat saya tinggal.

(12)           Saya hanya berharap semua penduduk Indonesia mengingat dia dalam sejarah sebagai orang yang membantu Indonesia mencapai kemerdekaan dari kedua penjajah, pemerintah Jepan dan pemerintah Belanda.

(13)           Mereka harus mempunyai ‘catalytic conventer’  supaya gas yang beracun dapat dikurangi.

(14)           Dalam hal di atas, banyak orang mengadakan tekanan terhadap anak-anaknya supaya mereka membeli mainan dan gula-gula.

(15)           Itu milik  partai politik yang bernama Golkar.

 

6. Kesalahan Urutan Kata

Urutan kata dimaksudkan sebagai susunan kata untuk membentuk tataran yang lebih tinggi. Dalam bahasa Indonesia, pada umumnya, sesuatu yang diterangkan berada di depan yang menerangkan. Namun demikian, sering terjadi kesalahan dalam urutan ini. Dari hasil analisis data penelitian ini, ada 74 kesalahan dalam hal urutan kata. Para pembelajar melakukan pembalikan atas urutan kata sebagaimana terlihat dalam beberapa contoh di bawah ini.

Contoh kesalahan dalam urutan kata:

(1)    Hari ini, menarik hari.

(2)    Keluarga adalah sosial  kesatuan yang paling penting bagi orang Batak Toba.

(3)    Bernama ini ‘Ngelangkahi’.

(4)    Kadang-kadang orang yang datang baru menjadi terkejut, mereka harap memenuhi mimpi mereka.

(5)    Jamu saset belum komplit harus dicampur dengan lain bahan-bahan seperti beras kencur, anggur merah, madu, dll.

(6)    Pada tanggal 16 September setulisan di halaman sembilan memberi kesan bahwa musik pendidikan memerlukan sebagai dasar baik sekali untuk humaniora.

(7)    Bentuk kedua di polusi datang dari industri.

(8)    Mayoritas orang-orang saya dengan berbicara adalah sopir taksi dan juga tetangga saya di desa saya.

(9)    Terbang itu dipasang oleh British Aerospace pegawai dari onderdil dari Indonesia.

(10)    Dia diajarkan SMA curikulum yang sama-sama di semua sekolah.

Alternatif pembenarannya:

(1)    Hari ini adalah hari yang menarik.

(2)    Keluarga adalah  kesatuan sosial  yang paling penting bagi orang Batak Toba.

(3)    Ini bernama ‘Ngelangkahi’.

(4)    Kadang-kadang, orang yang baru datang menjadi terkejut karena mereka berharap mimpi mereka terpenuhi.

(5)    Jamu saset yang belum komplit harus dicampur dengan bahan-bahan lain seperti beras kencur, anggur merah, madu, dll.

(6)    Pada tanggal 16 September, sebuah tulisan di halaman sembilan memberi kesan bahwa pendidikan musik  diperlukan sebagai dasar yang  baik untuk pendidikan humaniora.

(7)    Kedua bentuk polusi ini berasal dari industri.

(8)    Mayoritas orang-orang yang berbicara dengan saya adalah sopir taksi dan juga tetangga saya di desa.

(9)    Pesawat terbang itu dirakit oleh pegawai British Aerospace dengan onderdil dari Indonesia.

(10)      Dia mengajar sesuai dengan Kurikulum SMA yang sama di setiap sekolah.

 

 

7. Kesalahan Penggunaan Konstruksi Pasif

Konstruksi pasif bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan pronomina orang pertama, kedua, dan ketiga  yang mempunyai dua pola yang berbeda. Pola pertama dapat dibentuk dari pola aktif S + me- bentuk asal – (sufiks) + O menjadi pola pasif O + S + bentuk asal- (suifks) untuk pronomina orang pertama, kedua, dan ketiga. Pola kedua dapat dibentuk dari pola aktif  S + me- bentuk asal- (sufiks) + O menjadi pola pasif O + di – bentuk asal- (sufiks) + (oleh) +  S  hanya untuk pronomina orang ketiga.

Kesalahan penggunaan konstruksi pasif yang terungkap dari penelitian ini relatif banyak, 37 konstruksi. Kesalahan ini terdiri atas tujuh  kesalahan penggunaan konstruksi pasif pola pertama, dan 30 kesalahan penggunaan konstruksi pasif pola kedua.  Kesalahan penggunaan konstruksi pasif bentuk kedua ini terjadi karena kesalahan penggunaan afiks-afiks pembentuk konstruksi aktif-pasif. Di bawah ini beberapa contoh kesalahan-kesalahan tersebut.

Contoh kesalahan penggunaan konstruksi pasif:

(1)               Mesjid ini membuat untuk Sultan pertama.

(2)               Di dalam  temple ada banyak kemenyan juga membakar.

(3)               Tempat pemujaan ketiga kami mengunjungi adalah mesjid.

(4)               Duduk di rumah ibu merasa beristirahat  jug dan makanan membuat oleh ibu enak sekali.

(5)               Dia diajarkan SMA kurikulum yang sama-sama di semua sekolah.

(6)               Dua golongan yang saya mau melihati untuk soal karangan ini adalaf suku Kubu yang berasal dari Sumatra Selatan dan Suku Bali Aga yang berasal dari Bali.

(7)               Contohnya, ada beberapa LSM khusus untuk menolong wanita-wanita yang diperkosa, atau untuk menolong orang-orang yang hilang rumahnya karena banjir atau untuk membangkitkan kesadaran tentu suatu hal.

(8)               Mungkin kebenaran terlalu dasyat untuk mengakui.

(9)               Mungkin kesenian tradisional bisa mengubah dan mengguna teknik yang modern sehingga pelukisan bisa membuat lebih cepat.

(10)           Pulau-pulau seperti Bali dan Jawa ada jumlah penduduk tertinggi, jadi banyak orang dimindahkan ke pulau lain khususnya Kalimantan dan Sulawesi.

Alternatif pembenarannya:

(1)               Mesjid ini dibuat untuk Sultan pertama.

(2)               Di dalam  temple, ada banyak kemenyan dibakar.

(3)               Tempat pemujaan ketiga yang kami kunjungi adalah mesjid.

(4)               Kenyamanan kami rasakan ketika duduk di rumah ibu itu dan makanan yang di buatnya enak sekali.

(5)               Kurikulum SMA diajarkan sama di semua sekolah atau Kurikulum SMA dia ajarkan secara sama di semua sekolah.

(6)               Dua golongan yang ingin saya lihat sebagai topik karangan ini adalah suku Kubu yang berasal dari Sumatra Selatan dan Suku Bali Aga yang berasal dari Bali.

(7)               Ada beberapa LSM khusus didirikan untuk menolong wanita-wanita yang diperkosa, atau untuk menolong orang-orang yang kehilangan rumahnya karena banjir atau untuk membangkitkan kesadaran tentang suatu hal.

(8)               Mungkin, kebenaran terlalu dasyat untuk diakui.

(9)               Mungkin, kesenian tradisional bisa diubah dengan penggunaan teknik yang modern sehingga lukisan bisa dibuat lebih cepat.

(10)           Pulau-pulau seperti Bali dan Jawa mempunyai  jumlah penduduk yang   banyak sehingga banyak orang dipindahkan ke pulau lain khususnya Kalimantan dan Sulawesi.

 

8. Kesalahan Penggunaan Konjungsi

Konjungsi berfungsi sebagai penghubung frasa dan klausa dalam kalimat. Selain itu, konjungsi juga berfungsi sebagai penghubung antarkalimat dalam suatu paragraf. Kesalahan penggunaan konjungsi ini akan berakibat tidak jelasnya makna kalimat karena hubungan antarfrasa dan antarklausa tidak jelas. Ada 25 kesalahan penggunaan konjungsi yang terungkap dalam penelitian ini.  Kesalah yang cukup menonjol adalah penggunaan konjungsi bahwa  dan  walaupun , masing-masing 9 dan 5 kesalahan. Kesalahan-kesalah yang lain tersebar untuk konjungsi-konjungsi yang lain. Contoh kesalahan-kesalahan tersebut dipaparkan di bawah ini.

Contoh kesalahan penggunaan konjungsi:

(1)    Guru-guru ada perteman sambil semua murid berjalan-jalan dan berbicara dengan teman di sekolahnya.

(2)    Gereja ini membagun dengan uang dari orang-orang bahwa menghadiri gereja ini.

(3)    Oleh sebabnya, apabila dihadapkan pada praktek di lapangan kerja, didikan kurang memuaskan.

(4)    Menurut saya dan juga semua orang bahwa saya dibuat wawancara, Indonesia masih memerlukan tenaga kerja asing di dalam negara itu.

(5)    Banyak  orang Indonesia rasa bahwa ibu kota Jakarta adalah tempat yang mana  mimpi mereka akan menjadi penuhi.

(6)    Walaupun bahkan adalah memberi haparan bahwa setiap hari sesudah sampah terkumpul, sampah-sampah itu dipisahkan menurut jenis bahannya.

(7)    ABRI mempunyai banyak pengaruh daripada dulu dari masyarakat.

(8)    Maupun mereka ada rencana-rencana. misalnya, untuk mengatasi masalah-masalah pemerintah Indonesia mencoba transmigrasi.

Alternatif pembenarannnya:

(1)    Guru-guru sedang mengadakan perteman ketika semua murid berjalan-jalan dan berbicara dengan teman di halaman sekolah.

(2)    Gereja ini membagun dengan uang dari orang-orang yang menghadiri gereja ini.

(3)    Apabila dihadapkan pada praktek di lapangan kerja, anak didik kurang memuaskan.

(4)    Menurut saya dan juga semua orang yang  saya  wawancarai, Indonesia masih memerlukan tenaga kerja asing.

(5)    Banyak  orang Indonesia merasa bahwa ibu kota Jakarta adalah tempat mimipi-mimpi mereka akan terpenuhi.

(6)    Sesudah sampah terkumpul, sampah-sampah itu dipisahkan menurut jenis bahannya.

(7)    ABRI mempunyai banyak pengaruh terhadap  masyarakat sejak dulu.

(8)    Walaupun demikian mereka mempunyai rencana-rencana. Misalnya, untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan, pemerintah Indonesia menggalakan program transmigrasi.

 

9. Kesalahan Penggunaan  ‘yang’

Kesalahan pemakaian ‘yang’  yang dilakukan pembelajar BIPA relatif banyak yaitu 15 kesalahan. Kesalahan yang dilakukan berupa penggunaan yang  dalam kalimat yang tidak memerlukan  ‘yang’  dan sebaliknya ‘yang’  tidak digunakan ketika kalimat-kalimat memerlukan yang untuk memperjelas makna kalimat tersebut.

Contoh kesalahan penggunaan’ yang’:

(1)    Menurut teman saya, TKA mempunyai peran yang pentiing sekali di dalam bisnis dan proyek-proyek karena bisa membantukan masyarakat dan prasarana lokal

(2)    Hampir semua segi bahwa saya mencari bisa yang dihubungan dengan seluruh Indonesia.

(3)    Saluran TV ini swasta dan mereka bisa menunjuk apa saja mereka mau.

(4)    Oleh karena itu, pers Inggris tidak diperoleh  melaporkan satupun yang dikenai buku ini.

(5)    Suku Dani masih hidup secara yang primitif.

Alternatif pembenarannya:

(1)    Menurut teman saya, TKA mempunyai peran penting sekali di dalam bisnis dan proyek-proyek karena bisa membantu masyarakat dan prasarana lokal.

(2)    Hampir semua segi yang  saya temukan bisa dihubungan dengan seluruh Indonesia.

(3)    Saluran TV ini adalah saluran swasta dan mereka bisa mempertunkukan semua hal yang merek mau.

(4)    Oleh karena itu, pers Inggris tidak diperbolehkan  melaporkan satupun tentang  buku ini.

(5)    Suku Dani masih hidup secara primitif.

 

10. Kesalahan Pembentuk Jamak

Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan mengulang nomina, penggunaan numeralia,  dan penggunaan penanda jamak seperti, beberapa, sejumlah, para, banyak, sedikit, dsb. Apabila bentuk-bentuk itu digunakan nomina yang bersangkutan harus dalam bentuk tunggal. Contohnya, buku-buku, 125 buku, beberapa buku.

Kesalahan dalam hal ini adalah pemakaian bentuk beruntun ketika mereka membuat bentuk jamak. Mereka memakai penanda jamak tetapi nomina tetap diulang atau sebaliknya ada penanda tunggal tetapi nominanya jamak. Berikut ini beberapa contoh untuk mendukung penjelasan di atas.

Contoh kesalahan penggunaan bentuk jamak:

(1)    Kami didampingi oleh guru pribadi naik bis ke bermacam-macam trmpat-tempat wisata seperti Keraton, Taman Sari, pasar burung yang terletal di belakang Taman Sari.

(2)    Saya membicarakan dengan beberapa mahasiswa yang keluarganya tidak mampu untuk mengirimi semua anak-anakny ke universitas.

(3)    Di Inggris, guru-guru merasa bahwa mereka menerima gajinya yang rendah dan banyak guru-guru berangkat untuk pekerjaan yang lain.

(4)    Contohnya , kalau sesuatu suku-suku ingin pendidikan atau gereja, dan dokter, mereka seharusnya diberikan itu.

(5)    Banyak pabrik-pabrik sudah ditutup karena ada lebih murah  untuk membuat barang-barang di negeri asing seperti negeri-negeri Timur karena alasan penggangguran ada lebih kejahatan daripada banyak tahhun yang lalu.

 

Alternatif pembenarannya:

(1)    Kami didampingi oleh guru pribadi naik bis ke bermacam-macam tempat wisata seperti,  Keraton, Taman Sari, dan pasar burung yang terletak di belakang Taman Sari.

(2)    Saya berbicara dengan beberapa mahasiswa yang keluarganya tidak mampu menyekolahkan  semua anaknya ke universitas.

(3)    Di Inggris, guru-guru merasa bahwa mereka menerima gaji yang rendah dan banyak guru meninggalkan profesi itu untuk mencari pekerjaan yang lain.

(4)    Contohnya , kalau sesuatu suku menginginkan fasilitas pendidikan, gereja, dan dokter, mereka seharusnya mendapatkannya.

(5)    Pabrik-pabrik sudah ditutup karena pembuatan barang-barang di negeri asing seperti negara-negera Timur lebih murah karena alasan banyak penggangguran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.       Simpulan

 

Bahasa Indonesiabakuadalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk  bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakatIndonesiasecara luas. Bahasa Indonesia nonbakuadalah salah saturagam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikansebagai model masyarakatIndonesiasecara luas, tetapi dipakai oleh masyarakatsecara khusus.BahasaIndonesiabakudipakai di dalam beberapa konteks.

  1. Dalamkomunikasi resmi
  2. dalam wacana teknis,
  3.  pembicaraan di depan umum,dan
  4.  pembicaraan dengan orang yang dihormati.Upaya untuk membudayakan bahasaIndonesiabakudan nonbaku di sekitar kita. 

Meningkatkan pengajaran bahasaIndonesia, berhubungan dengan bahasabakudan nonbakudan penggunaannya2.

Menyadarkan dan memotivasi seluruh warga akan fungsi dan pentingnya bahasa yangbaku. Menyadarkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang harus kita utamakan penggunaannya.

Membutuhkan suatu upaya pembiasaan, Proses penyadaran dan pembiasaan ini membutuhkan suatu kekuatanatau sanksi yang mengikat, misalnya keputusan pemeintah.

Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan.

 

B. Saran

Bagi para pembaca setelah membaca makalah ini diharapkan:

  1. 1.      Bisa lebih memahami tentang bahasa Indonesia baku dan non baku dan bisa meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia, berhubungan dengan bahasa baku dan non baku dan penggunaannya.
  2. 2.      Bisa memberikan masukan demi kesempurnaan penyusunan makalah di masa yang akan dating.

Daftar Pustaka

 

  1. BB.            Arifin, Zaenal E dan Hadi, Farid

1001 KESALAHAN BERBAHAS;bahan penyuluhan bahasa Indonesia, Jakarta: Akapress

  1. CC.           DEPDIKNAS

Buku Praktisi Bahasa Indonesia, Jakarta: PB

  1. DD.           Wiododo A.slamet

PENUNTUN PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

BERDASARKAN KURIKULUM 1984, GANECA EXACTBANDUNG

  1. EE.             Priantoro Agus,

BAHASA INDONESIA: PENERBIT ANDI

  1. FF.            Sumber referensi: http://ariaonline.wordpress.com/2010/11/20/bahasa-baku-dalam-bahasa-indonesia
  2. http://kesalahan1.blogspot.com

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: